Kesan Terhadap Teman-Teman Sekelas

Saya belum begitu tau kalau belum mengenal secara tatap muka. Tetapi dari kami berkomunikasi lewat whatsapp itu cukup baik dan teman-teman yang saya baru saya kenal asik bisa juga diajak interaksi satu sama lain.

Mungkin suatu saat kami bertemu akan lebih akrab lagi.Kami selalu berdoa semoga pendemi cepat hilang dan berlalu agar kami bisa bertemu tatap muka dengan teman-teman baru,juga bisa bersekolah lagi seperti dahulu.

Kesan Pertama Menjadi Mahasiswa

Assalamu’alaikum wr.wb.

Disini saya ingin sedikit bercerita bagaimana sih kesan pertama menjadi seorang mahasiswa? Bagaimana rasanya pertama kali ospek tanpa tatap muka? Baiklah saya akan menjawab rasa penasaran itu.

Menjadi mahasiswa tentunya sudah menjadi impian saya sejak dari dulu, dan mungkin juga menjadi impian dari teman-teman semua.

Jadi first impresion saya menjadi seorang mahasiswa itu campur aduk, ada senangnya,ada sedihnya,ada susahnya,dll.Karena pertama, saya senang bisa berkenalan dengan teman baru yang tidak cuma satu daerah. Kedua,saya sedih tidak bisa bertemu dan tatap muka langsung dengan teman-teman baru, juga belum bisa melihat secara langsung Politeknik LPP.Ketiga,saya sangat susah dengan yang namanya jaringan karena di pedesaan hanya mengandalkan wifi, kalau lancar ya lancar kalau tidak ya sudah tidak bisa dipakai dan sampai-sampai saya pergi ke kota mencari jaringan yang kuat.

Jadi mungkin itu sedikit first impresion saya menjadi mahasiswa baru dizaman pandemi ini.Itu juga bukan berarti saya harus terus-terusan mengeluh. Itu hanya sedikit cerita yang saya alami,terimakasih dan mohon maaf juga ada salah kata atau penulisan.

Jangan lupa like dan komen. Follow my instagram : @yxeaaaaaa. Follow my twetter. : @exy_yft. Follow my linkedlin. : Exy Yofita

Wassalamu’alaikum wr.wb.

Perjalanan Menuju Kuliah

Assalmu’alaikum wr.wb

Perjalanan Kuliah saat ini bukan berjalan membawa tas lalu berjalan menuju sekolah. Tapi Perjalanan kuliah kali ini sangat berbeda,seperti yang kita ketahui pandemi Covid-19 belum juga berakhir.Semua aktifitas tatap muka (offline) termasuk sekolah harus di hentikan dan diganti oleh kuliah virtual (online).Tentunya kuliah online itu tidak semudah yang yang dibayangkan,apalagi di daerah pedesaan yang sangat susah dengan yang namanya “Sinyal”.

Hampir setiap hari saya merasakan yang namanya susah sinyal. Terkadang kalau memang sinyal benar-benar tidak bisa dari pagi,saya memilih untuk segera pergi ke kota yang jarak dari rumah sekitar 24 km/30 menit, untuk mencari jaringan yang lebih kuat.Tetapi kalau pas ditengah-tengah kuliah macet dan tidak bisa dipakai untuk membuka aplikasi zoom,saya memilih izin terlabih dahulu menunggu atau mencari jaringan yang kuat.

Tapi itu bukan alasan untuk saya berhenti berjuang demi menggapai apa yang saya cita-citakan. Saya juga berprinsip sukses tanpa perjuang itu hambar rasanya.

Tetap semangat untuk meraih cita-cita teman-teman semua. Ingat sukses kalian kelak adalah kebahagiaan yang luar biasa dari orang tua kalian.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai